SIPUTIH (Inovasi Permainan Ular Tangga Ibu Hamil) Puskesmas Gombong I
SIPUTIH (Inovasi Permainan Ular Tangga Ibu Hamil) Puskesmas Gombong I
|
LATAR BELAKANG INOVASI PERMAINAN ULAR TANGGA IBU HAMIL Angka Kematian Ibu (AKI) Kabupaten Kebumen tahun 2017: 12 (61,38%) dan Angka Kematian Bayi (AKB) sebanyak 141 ( 7,21%), Angka Kematian Balita (AkaBa) yaitu 8,54 Tahun 2014 AKI Puskesmas Gombong I yaitu 1 orang, tahun 2015 s/d 2024 AKI tidak ada (0). Tahun 2015 AkaBa 0, AKB 1; Tahun 2016 AkaBa 1 dan AKB 1. Tahun 2017 AkaBa 1, AKB 3; Tahun 2018 AkaBa 2 dan AKB 0. Tahun 2019 AkaBa 0, AKB 3; Tahun 2020 AkaBa 0, AKB 0; Tahun 2021 AkaBa 0, AKB 0; Tahun 2022 AkaBa 1, AKB 2; Tahun 2023 AkaBa 0, AKB 2; Tahun 2024 AkaBa 0, AKB 3. Ibu hamil resiko tinggi tahun 2015 61 ibu hamil (34.66%), tahun 2016 60 (34,09%), tahun 2017 50 (31,25%) , tahun 2018 48 (30 %), tahun 2019 52 (31,52%), tahun 2020 50 (31,05%), tahun 2021 29 (30,30%), tahun 2022 45(29,61%), tahun 2023 37 (28,46%) dan tahun 2024 37(28,46%). Metode edukasi yang selama ini cenderung kurang efektif yaitu ceramah satu arah, maka inovasi perlu agar lebih melibatkan sasaran, diharapakn inovasi SIPUTIH (Inovasi Permainan Ular Tangga Ibu Hamil) mampu sebagai solusi. Inovasi Permainan Ular Tangga Ibu Hamil (SIPUTIH) bertujuan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi selama masa kehamilan, persalinan, nifas, dan masa menyusui.
Output yang diharapkan : 1. Meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan keluarga dalam perawatan masa kehamilan, persalinan, nifas, dan masa menyusui. 2. Meningkatkan sikap ibu hamil dan keluarga dalam menghadapi masalah kehamilan, persalinan, nifas, dan masa menyusui. 3. Meningkatkan perilaku ibu hamil dan keluarga agar cepat mengambil keputusan dalam menghadapi masalah kehamilan, persalinan, nifas, dan masa menyusui. Outcome yang diharapkan : 1. Menurunkan Angka Kematian Ibu tahun 2024 adalah 0 2. Menurunkan Angka Kematian Bayi tahun 2024 menjadi 1 bayi 3. Menurunkan Cakupan Ibu Hamil Resiko Tinggi tahun 2024 dibawah 20 %
Inovasi SIPUTIH merupakan media yang komunikatif, kolaboratif, interaktif, edukatif dan partisipatif yang mampu membawa ke dalam suasana rasa gembira, efektif dalam penyerapan materi karena 82% melibatkan panca indra penglihatan, 11% panca indra pendengaran berisi informasi mengenai kesehatan ibu dan anak yang perlu dilakukan oleh ibu keluarganya, kewaspadaan akan kegawatdaruratan pada ibu hamil, bayi baru lahir, balita yang dilaksanakan di Kelas Ibu Hamil. Cara Kerja Inovasi 1. Pelaksanaan kegiatan Inovasi SIPUTIH di kelas ibu hamil 5 desa yaitu Wero, Patemon, Banjarsari, Panjangsari dan Kedungpuji menggunakan media permainan ular tangga ibu hamil dilakukan sebanyak 8 kali dalam setahun di setiap desa. 2. Mengarahkan dan memfasilitasi pelaksanaan kegiatan Inovasi Siputih. 3. Bersama sama ibu hamil, pendamping, lintas program dan lintas sektor ikut terlibat dalam inovasi SIPUTIH 4. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan Inovasi SIPUTIH Tahapan Implementasi Inovasi 1. Membentuk tim pelaksana kegiatan inovasi SIPUTIH 2. Menyusun, membuat prosedur pelaksanaan kegiatan 3. Melakukan sosialisasi, kerjasama dengan lintas program (promkes, dokter, nutrisionis, pranata laborat, sanitarian) dan lintas sektor (kepala desa, PKK, FKD, kader, PLKB, Toma). 4. Tahap penggerakan pelaksanaan kegiatan 5. Melakukan monitoring dan evaluasi untuk memastikan efektivitas dan pengembangan inovasi SIPUTIH |
